- Mengapa berdiam diri (Home)
- Tuhan Yesus ingin mengajar
- Hidup akrab seperti Henokh
- Janganlah serupa dg dunia
- Kerajaan Allah ada di dlm kamu
- Apakah 'Terang' itu?
- Kasih karunia yg sesungguhnya
- Kesempurnaan dan kekudusan
- Menghasilkan buah
- Kuasa yang merubah hidup kita
- Sangkal diri dan ikut Aku
- Domba-Ku mendengar suara-Ku
- Kasihilah sesamamu manusia
- Yesus satu-satunya Jalan
- Belajar dari Perjanjian Lama
- Kasih itu yang terutama
- Jalan menuju kebenaran
- Kesatuan kita dengan Tuhan
- Pengharapan Injil
- Menjadi ciptaan baru
- Sekali diselamatkan tetap di..
- Kristus Yesus diam di dalammu
- Menyalibkan kedagingan kita
- Jauhilah mereka itu!
- Selidikilah hatimu!
- Iman tanpa perbuatan mati
- Yesus dan Injil lain?
- Allah orang hidup
- Carilah Tuhan di dalam hatimu
- Intim dg Tuhan melalui doa
- Prinsip-prinsip berdoa
- Tenggelam di hadirat-Nya
- Tuhan sungguh merindukan kita
- Batu penjuru keintiman kita
- Menjadi seperti Yesus
- Semua itu tentang keintiman!
- Agama vs Hubungan intim dengan
- Apa Yesus 'first love' kita?
- Bagaimana intim dengan Tuhan
- Belajar intim dari Akiane
- Baptisan Roh Kudus
- Kebangunan rohani diri kita
- Penjala manusia
- Kuasa Firman Allah
- Karunia supra-alami Roh Kudus
- Allah pakai orang-orang biasa!
- Menjadi saksi Kristus
- Yesus menangis
- Apakah neraka itu nyata?
- Janji Allah pasti digenapi!
- Yesus adalah segala-galanya
- Satu-satunya jalan ke Sorga
- Yesus masih menyembuhkan!
- Penuh Roh Kudus selalu!
- Luasnya keselamatan kita!
- Hanya ada Satu Nama!
- Rahasia intim dg Tuhan!
- Pengantin perempuan Kristus!
- Valentine's Day
- Menjadi satu dengan Bapa!
- Dimanakah keakuanku yg sejati
- Hidup dalam Roh

Kita harus menghargai waktu. Waktu kita dihabiskan untuk
apa dalam hidup ini.
Selama kita masih mementingkan diri sendiri, kita tidak dapat dikuasai dan
dibimbing oleh Tuhan dan Raja kita. Oleh karena itu, kalau kita ingin Yesus
menjadi Tuhan dan Raja kita, kita harus mematikan sifat mementingkan diri
sendiri serta dosa-dosa kita dengan pertobatan dan kekudusan. Tuhan Yesus
memimpin kita ke luar dari dunia, langkah demi langkah, menunjukkan kepada kita
apa yang harus kita buang dan mengajar kita bagaimana kita hidup. Hasil
akhirnya adalah kekudusan.
Banyak orang berpikir untuk hidup dekat dengan Tuhan, mereka harus bertapa,
hidup menyediri di gua bila mungkin, untuk mengkhususkan dirinya buat Tuhan.
Sebaliknya tindakan yang demikian justru menghancurkan kemajuan rohani kita.
Untuk ke luar dari dunia, kita harus mengatasi semua godaan
atau pencobaan dunia ini. Untuk mengatasi pencobaan dan memastikan pertumbuhan
rohani kita, Alkitab menuliskan: "Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam
keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah".-- 1 Korintus 7:20
"Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja
keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia
dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan." -- Efesus 4:28
Alkitab menuliskan untuk kita menjauh dari dunia. Kita ada di
dunia tetapi kita tidak dari dunia ini.
“Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah
sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia
seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.” – 1Kor. 7:31
Salib
Kristus itu sudah menang atas dunia, dan membimbing kehidupan ini pada
kekudusan. Bagi mereka yang memikul salibnya, mereka menerima kuasa Kristus
untuk menolak kejahatan dan melakukan yang baik di mata Allah. Mereka dirubah
untuk membenci dunia serta mengasihi yang rohani.
Mereka
dibimbing untuk tidak cepat marah, serta mengasihi yang menyakiti mereka.
Kita semua perlu diajar oleh Roh
Kudus. ”Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke
dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya
sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya
dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan
Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.” –
Yoh. 16:13-14
“Tetapi
kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua
mengetahuinya.” – 1 Yoh. 2:20
“Sebab di
dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya.
Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana
pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu
benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu,
demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.” – 1 Yoh. 2:27
Dengan
demikian yang kita perlu lakukan adalah terus mendengarkan suara Guru Agung
kita. Duduk di kaki Tuhan Yesus seperti Maria mendengarkan firman-Nya untuk
semua orang yang ingin janji-janji yang tertulis dalam ALkitab digenapi dalam
hidupnya.
Berdiam
diri, mendengarkan suara Tuhan yang mengajar kepada kita itu pergumulan yang
harus kita jalankan. Daging tidak mau berdiam diri, maunya sibuk, mengerjakan
ini atau itu, tapi ternyata seperti Maria kita harus memilih yang terbaik untuk
hidup kita. Orang dunia menganggap itu buang-buang waktu, karena mereka memakai
waktu mereka untuk memuaskan kedagingan mereka. Orang Kristen di akhir zaman
ini banyak sekali waktunya dihabiskan untuk nonton TV, apa itu berita, sport
atau sinetron. Tidak ada waktu untuk berdiam diri, mendengarkan suara Tuhan.
Kita harus keluar dari dunia, dan bersekutu dengan Roh Kudus, Tuhan dan Bapa
kita.
Duduk
diam, bergumul dengan pikiran kita untuk mendengarkan adalah salib yang harus
kita pikul, melawan kemauan insani kita – menolak kemauan daging kita dan
menyerah kepada kehendak-Mu yang jadi –
ini adalah salib penyangkalan diri yang harus kita pikul. Dengan melakukan hal
itu kita mengikut Yesus.
1. pengharapan yang benar dari Injil
2. pikul salib dari penyangkalan diri
3. kuasa nama Yesus
Selagi kita duduk berdiam diri menunggu dan berharap kepada Tuhan, pikirkan terus nama Yesus. Tidak ada cara lain untuk belajar dari Roh Kudus, kecuali dengan berdiam diri, dengarkan, dan taat. Orang dunia tidak tahu cara ini. Sebab itu Alkitab berkata: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” – Roma 12:2
Gambar: Dubai Lagoon
4
Report this site as abusive Login