Janganlah kamu serupa dengan dunia ini.


Kita harus menghargai waktu. Waktu kita dihabiskan untuk apa dalam hidup ini.
Selama kita masih mementingkan diri sendiri, kita tidak dapat dikuasai dan dibimbing oleh Tuhan dan Raja kita. Oleh karena itu, kalau kita ingin Yesus menjadi Tuhan dan Raja kita, kita harus mematikan sifat mementingkan diri sendiri serta dosa-dosa kita dengan pertobatan dan kekudusan. Tuhan Yesus memimpin kita ke luar dari dunia, langkah demi langkah, menunjukkan kepada kita apa yang harus kita buang dan mengajar kita bagaimana kita hidup. Hasil akhirnya adalah kekudusan.

Banyak orang berpikir untuk hidup dekat dengan Tuhan, mereka harus bertapa, hidup menyediri di gua bila mungkin, untuk mengkhususkan dirinya buat Tuhan. Sebaliknya tindakan yang demikian justru menghancurkan kemajuan rohani kita. Untuk ke luar dari dunia, kita harus mengatasi semua godaan atau pencobaan dunia ini. Untuk mengatasi pencobaan dan memastikan pertumbuhan rohani kita, Alkitab menuliskan: "Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah".-- 1 Korintus 7:20
"Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan." -- Efesus 4:28

 

Alkitab menuliskan untuk kita menjauh dari dunia. Kita ada di dunia tetapi kita tidak dari dunia ini.

“Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.” – 1Kor. 7:31

 

Salib Kristus itu sudah menang atas dunia, dan membimbing kehidupan ini pada kekudusan. Bagi mereka yang memikul salibnya, mereka menerima kuasa Kristus untuk menolak kejahatan dan melakukan yang baik di mata Allah. Mereka dirubah untuk membenci dunia serta mengasihi yang rohani.

Mereka dibimbing untuk tidak cepat marah, serta mengasihi yang menyakiti mereka.

 

Kita semua perlu diajar oleh Roh Kudus. ”Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.” – Yoh. 16:13-14

 

“Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.” – 1 Yoh. 2:20

“Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.” – 1 Yoh. 2:27

Dengan demikian yang kita perlu lakukan adalah terus mendengarkan suara Guru Agung kita. Duduk di kaki Tuhan Yesus seperti Maria mendengarkan firman-Nya untuk semua orang yang ingin janji-janji yang tertulis dalam ALkitab digenapi dalam hidupnya.

 

Berdiam diri, mendengarkan suara Tuhan yang mengajar kepada kita itu pergumulan yang harus kita jalankan. Daging tidak mau berdiam diri, maunya sibuk, mengerjakan ini atau itu, tapi ternyata seperti Maria kita harus memilih yang terbaik untuk hidup kita. Orang dunia menganggap itu buang-buang waktu, karena mereka memakai waktu mereka untuk memuaskan kedagingan mereka. Orang Kristen di akhir zaman ini banyak sekali waktunya dihabiskan untuk nonton TV, apa itu berita, sport atau sinetron. Tidak ada waktu untuk berdiam diri, mendengarkan suara Tuhan. Kita harus keluar dari dunia, dan bersekutu dengan Roh Kudus, Tuhan dan Bapa kita.

 

Duduk diam, bergumul dengan pikiran kita untuk mendengarkan adalah salib yang harus kita pikul, melawan kemauan insani kita – menolak kemauan daging kita dan menyerah  kepada kehendak-Mu yang jadi – ini adalah salib penyangkalan diri yang harus kita pikul. Dengan melakukan hal itu kita mengikut Yesus.

 

Ada tiga sumber kuasa Allah yang dilepaskan untuk merubah kita:

1.    pengharapan yang benar dari Injil

2.    pikul salib dari penyangkalan diri

3.    kuasa nama Yesus

 

Selagi kita duduk berdiam diri menunggu dan berharap kepada Tuhan, pikirkan terus nama Yesus. Tidak ada cara lain untuk belajar dari Roh Kudus, kecuali dengan berdiam diri, dengarkan, dan taat. Orang dunia tidak tahu cara ini. Sebab itu Alkitab berkata: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” – Roma 12:2


Gambar: Dubai Lagoon

4