Kasihilah sesamamu manusia

 

“Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Markus 12:31

Kita harus mengasihi sesama kita, karena bagaimana pun juga sesama kita itu diciptakan oleh Allah menurut gambar-Nya. “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Kejadian 1:27. Dengan demikian maka sesama kita yang diciptakan Allah seperti kita juga, mempunyai Kristus juga seperti kita, sehingga kalau begitu kita dan tetangga kita sama.

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Matius 7:12. Ini adalah aturan kencana atau Golden Rule untuk bagaimana kita harus berbuat kepada sesama kita.

 

Hukum yang pertama adalah, kasihilah Allah dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita, dan menjelang akhir perjalanan kita kepada Dia, kita akan dapat mengasihi Dia, begitu pula hal itu dengan semua sesama kita. Tetapi sampai kita mendekati garis finish, kita melatih diri kita untuk mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. Dengan begitu kita bisa memenuhi tuntutan kedua hukum yang utama sewaktu kita berjalan kepada Dia, bukan hanya untuk keuntungan dan sukacita jiwa kita sendiri; tetapi juga untuk keuntungan sesama kita dan bahkan untuk membebaskan Kristus yang ada di sesama kita. Cara yang baik dari kita ini dilihat dan dihargai oleh Kristus yang ada di dalam mereka. Bahkan senyum pun kepada orang lain adalah senyum kepada Kristus yang ada di dalam mereka. Apa yang kita lakukan kepada orang lain, itu kita lakukan bagi Kristus.

 

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Matius 25:35-37,40

 

Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 1 Yohanes 4:20


Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. Roma 13:10 Sampai kita dipenuhi dengan kasih ilahi dengan mematikan manusia kita yang lama, kita tidak dapat mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri sendiri, kita tidak dapat menggenapi tuntutan hukum Taurat.


1 Korintus 13:4-7 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

 

Markus 9:35 Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."

 

Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Filipi 2:4

 

Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu. Johanes 13:14

 

Kita harus belajar dari Guru kita, Tuhan Yesus, merendahkan diri, jangan cari kepentingan diri sendiri saja tapi kepentingan orang lain juga. Dia berkata barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka, hendaklah dia jadi pelayan dari semuanya. Dengarkan pengajaran-Nya, duduk berdiam diri, khususkan waktu untuk belajar dari Guru Agung kita.


13