Iman tanpa perbuatan mati

 

Pertobatan adalah pengalaman merendahkan diri, bukan menyombongkan diri, dengan mengatakan sekarang saya jadi baik karena perbuatan saya. Seperti kita punya penyakit yang memerlukan dokter untuk mengoperasinya. Setelah dioperasi kita tidak bisa menyombongkan diri, dengan mengatakan penyakit saya sudah diangkat, tidak ada lagi. Dokter yang melakukan operasi itu. Pertobatan itu sama seperti itu hanya di sini Allah yang melakukannya. Bedanya dokter di sini memungut biaya yang harus dibayar, Allah tidak – itu kasih karunia yang diberikan dengan gratis. Dengan kasih karunia itu kita diselamatkan melalui iman, itu bukan hasil karya kita sendiri. Itu pemberian Allah. Bukan hasil pekerjaan kita, sehingga kita dapat menyombongkan diri. Efesus 2:8-9. Apakah ada kebanggaan diri kita dengan meminta pertolongan Allah? Dengan sendirinya, tidak. Minta pertolomgan itu kebalikan dari membanggakan diri.

 

Tidak ada kesombongan dalam pertobatan melalui pengajaran dan kasih karunia yang merubah hidup kita. Kasih karunia akan merendahkan diri kita sampai kepada saya ini bukan siapa-siapa. Tuhan Yesus berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.” – Lukas 16:15. Hati kita dibersihkan – benar-benar dibersihkan sampai suci adanya.

 

Ini adalah pesan Yohanes Pembaptis yang sederhana, mulai dengan pertobatan untuk menyiapkan diri bertemu dengan Yesus dan masuk Kerajaan Sorga:

 

"Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"—Matius 3:2

Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian." Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu." Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."—Lukas 3:10-14

 

Hanya ikuti saja panduan itu, pemungut cukai dan perempuan sundal sudah masuk ke dalam Kerajaan Sorga pada waktu Yesus datang.

 

Sudah barang tentu kita itu diselamatkan oleh kasih karunia, tetapi setelah kita bertobat dan setelah kita pikul salib kita dalam iman – kita bekerja melalui iman.

 

Yakobus berkata: “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Yakobus 2:17

Selanjutnya dia berkata: “Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.” Yakobus 2:24

Paulus berkata: “Tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar.” Filipi 2:12

Petrus berkata: “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.” 2 Petrus 1:5-7

Paulus berkata lagi: “Bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu.” Kisah 26:20

 

Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani, tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. Sebab Allah tidak memandang bulu. Roma 2:6-11


Yesus berkata: “Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa.” Lukas 13:3

Pertobatan itu memerlukan usaha dari diri kita.


Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Matius 16:27

 

Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya. Wahyu 2:23

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Wahyu 3:19

 

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku. Matius 11:29
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Lukas 9:23

Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Wahyu 3:15

 

Tuhan menghendaki kita bekerja dengan sempurna, dilandasi dan dikuatkan oleh iman.


Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Lukas 13:24


26