Menjadi saksi Kristus


 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kisah 1:8


Menjadi saksi Kristus, melibatkan seluruh kehidupan kita, tidak hanya kata-kata bersaksi saja. Yesus memakai kalimat ’menjadi saksi’ bukan bersaksi. Bagaimana kita dapat menaati perintah-Nya untuk menjadi saksi itu?


"Kamu adalah garam dunia.” Matius 5:13


Menjadi garam itu fungsinya menggarami sekeliling kita. Hidup di depan manusia untuk Tuhan, yang membagikan rasa yang enak bagi orang-orang disekitar kita. Memerangi ketidak baikkan dan menularkan pengaruh yang positif pada masyarakat di sekitar kita.


Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." Matius 5:14-16


Menjadi terang itu mengusir kegelapan. Menjadi terang di depan manusia, sehingga mereka melihat perbuatan baik kita, dan membawa kepada Tuhan. Perbuatan baik kita bisa membawa orang lain memuji Tuhan di sorga.


Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya …. "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Matius 13:24, 36-38

 

Jadilah benih yang baik supaya kita menghasilkan buah-buah dalam kehidupan kita yang baik pula. Tanamkanlah diri kita di dalam Kerajaan Allah ditengah-tengah masyarakat dunia yang asing akan Kerajaan itu. Jadilah anak-anak Kerajaan Allah, yaitu benih yang baik, sehingga tanaman itu bisa tumbuh tanpa gangguan dan paksaan.


Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. 1 Korintus 11:1


.... hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. 1 Petrus 5:3


Jadilah teladan, jadilah model sehingga orang lain mengikuti kita karena kita jadi pengikut Kristus.


Dan Aku akan menjadi Bapamu,  dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan  demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa." 2 Korintus 6:18


Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah. 1 Yohanes 3:2


Jadilah anak-anak Allah, dunia sedang menunggu anak-anak itu dinyatakan. Tunjukanlah pada dunia siapa kita yang sebenarnya. Yesus berkata: “Sebagaimana Aku diutus oleh Bapa, demikian juga Aku mengutus kamu.” Manusia di dunia ini perlu melihat bagaimana artinya menjadi anak Allah.


Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. 2 Korintus 5:18-20


Jadi utusan-utusan atau ambasador Kristus yang berjalan dengan otoritas yang penuh. Diberi mandat dan kuasa untuk pelayanan pendamaian. Pesan yang disampaikan itu tentang pendamaian. Banyak orang yang hatinya sudah siap mendengar pesan-pesan tentang pendamaian dari kita. Mereka itu orang-orang yang sudah siap mendengar Injil. Mereka paling baik mendengar dari orang-orang yang sudah diajar Tuhan, dari orang-orang yang sudah mendengar Tuhan bicara padanya, memberi perintah padanya.


Menjadi saksi … menjadi garam dan terang dunia … menjadi benih yang baik, yang ditanam di antara manusia yang lain … menjadi teladan … menjadi anak-anak Allah … menjadi ambassador Kristus yang membawa pesan-pesan pendamaian. Intim dengan Tuhan!


47